sejak diperanakkan sehinggalah ketiak lebat berbulu,
habis calar balar permukaan halus mulus kulit mu,
bahkan dari sudut dalaman, aku sanggup biarkan anarki moden menodai pelusukmu,
tanpa pedulikan ronta pilumu,
mengetepikan perasaan malumu,
endah tak endah akan singkatnya detikkan waktu,
oh, betapa prajudisnya aku,
atas layanan yang kejam sebegitu,
wahai tubuh,
maafkan aku sebelum engkau kaku membiru.
Amirul Azis
Tiada ulasan:
Catat Ulasan