aku berbesar hati dengan pemerintah yang "tak pernah memonopoli",
aku berbesar hati dengan politik yang "tak pernah berbelah bagi",
aku berbesar hati dengan rakyat yang sengaja tuli,
aku berbesar hati dengan undang undang yang "tulus lagi teliti",
aku berbesar hati dengan pendakwah yang hanya memandang gaji,
aku berbesar hati dengan ekonomi yang menguntungkan diri sendiri,
aku berbesar hati dengan kerabat atasan yang gajinya "sentiasa diberkati",
aku berbesar hati dengan kewarganegaraan yang dimiliki,
aku berbesar hati dengan sumbangan yang belum sempat dicop lagi,
aku berbesar hati dengan lidah yang tak henti menabur janji,
dek adanya sistem sebegini,
sungguh aku berbesar hati.
Ha mim ba alif
ok, esok aku upkan gaji kau wahai amirul.
BalasPadam